This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 04 Oktober 2013

Kejujuran Dalam Kehidupan Sehari-Hari



Kejujuran pangkal keberhasilan. Yah memang itu benar adanya, tapi kenyataannya tidaklah semudah dan seindah itu. Untuk menerapkannya kedalam kehidupan kita sehari-hari tidak semudah membalikan telapak tangan kita, Perlu niat yang besar dan tekad yang kuat untuk pengimplementasiannya. Banyak yang berfikir untuk jujur pada zaman sekarang adalah suatu hal yang bodoh.  Banyak dari mereka mempunyai opini ” Ga perlu lah jujur-jujur amat yang penting tujuan kita bisa berhasil”. Pikiran-pikiran semacam itulah yang membuat akhirnya kejujuran menjadi hal yang langka untuk kita temui dewasa ini. Padahal semua agama pasti mengatakan, orang yang jujur pasti akan  tinggi derajatnya baik dihadapan masyarakat maupun Tuhan Yang Maha Esa.
Kejujuran bukan hanya sebuah kata, kejujuran adalah suatu sikap bahkan lebih jauh lagi adalah suatu sifat yang tertanam dalam diri kita semenjak kita kecil. Orang tua kita bahkan agama yang kita anut telah mengajarkan pentingnya kejujuran semenjak kita kecil, tetapi kembali lagi pada diri  kita untuk bisa melaksanakannya atau tidak. Faktor lingkungan sangat berperan akan hal ini, jika temen-temen kita semua mencontek ketika ujian agar nilai bisa bagus tentunya akan sangat sulit bagi kita untuk menahan dorongan ikut-ikutan mencontek. Oleh karena itu kejujuran menjadi hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Orang jujur dianggap aneh bagi orang banyak, karena sistem yang berlaku dimasyarakat kita adalah “yang banyak itulah yang benar” padahal kenyataannya belum tentu seperti itu.
Jadi kalo saya, anak muda yang masih minim pengalaman ini boleh memberi saran, kalau bisa memang kita menerapkan sifat jujur itu di banyak hal yang kita kerjakan. Memang sulit, dan juga aneh karena melawan arus tapi percayalah kejujuran itu tidak akan pernah merugikan. Kalau hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita tetaplah yakin sahabat, seyakin kita mempercayai Tuhan kita dan ajaran-ajaran-NYA, bahwa  itu hanyalah bersifat jangka pendek semata. Tuhan telah menyiapkan hadiah yang jauh lebih baik dan lebih bernilai bagi kita di kemudian hari nanti dan kita pasti akan berhasil. Dibawah ini ada sekelumit cerita nyata yang kami ambil dari teman penulis mengenai indahnya kejujuran, semoga bisa diambil manfaatnya..
Seorang CEO hendak mewariskan perusahaan besar kepada karyawan terbaiknya. Untuk itu ia memanggil seluruh karyawannya, memberikan masing² sebutir BENIH di tangannya dan berkata, “Sirami dengan teratur, rawat, dan kembalilah setahun dari sekarang dengan membawa tanaman yang tumbuh dari benih ini. Yang TERBAIK, pemiliknya akan menjadi penggantiku sebagai CEO perusahaan ini. Seorang karyawan,
Joko, pulang ke rumah. Setiap hari disiraminya dengan air dan pupuk. Setelah 6 bln, di kantor, eksekutif lainnya saling membicarakan tanaman mereka, sedangkan Joko melihat TIDAK ADA PERUBAHAN yang terjadi pada benih miliknya. IA MERASA GAGAL.
Setelah setahun, seluruh eksekutif menghadap CEO, memperlihatkan hasil benih tersebut. Joko berkata pada istrinya bahwa ia tdk akan membawa pot yang kosong, namun istrinya mendorongnya untuk menyatakan yang sebenarnya. Joko menyadari bahwa istrinya menyarankan HAL YANG BENAR. Memasuki ruangan meeting, Joko membawa sebuah pot kosong. Seluruh mata memandangnya kasihan.
Ketika Sang CEO memasuki ruangan, ia memandang keindahan seluruh tanaman itu, hingga akhirnya berhenti didepan Joko yang tertunduk malu. Sang CEO memintanya ke depan dan menceritakan TRAGEDI yang menimpanya.
Ketika ia selesai bercerita, Sang CEO berkata, “berikan tepuk tangan yang meriah untuk Joko, CEO yang baru”. Ia berkata, “Aku memberikan kepada kalian sebutir benih yang sebelumnya TELAH KUREBUS DI AIR PANAS hingga mati dan tidak mungkin untuk tumbuh. Melihat bahwa benih itu tidak tumbuh, kalian menukarnya dan berbohong kepadaku. Lain halnya dengan Joko, dia mau berkata yg sebenarnya terjadi.
Tabur KEJUJURAN, menuai KEPERCAYAAN
Tabur KETEKUNAN, menuai KEMENANGAN
Tabur KERJA KERAS, menuai KESUKSESAN.
Kejujuran adalah perhiasan orang berbudi mulia dan orang yang berilmu. Oleh sebab itu, sifat jujur sangat dianjurkan untuk dimiliki setiap umat Rasulullah saw. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (Q.S. an-Nisa: 58).

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu menghianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Q.S. al-Anfal: 27).

Dari dua ayat tersebut didapat pemahaman bahwa manusia, selain dapat berlaku tidak jujur terhadap dirinya dan orang lain, adakalanya berlaku tidak jujur juga kepada Allah dan Rasul-Nya. Maksud dari ketidakjujuran kepada Allah dan Rasul-Nya adalah tidak memenuhi perintah mereka. Dengan demikian, sudah jelas bahwa kejujuran dalam memelihara amanah merupakan salah satu perintah Allah dan dipandang sebagai salah satu kebajikan bagi orang yang beriman.

Orang yang mempunyai sifat jujur akan dikagumi dan dihormati banyak orang. Karena orang yang jujur selalu dipercaya orang untuk mengerjakan suatu yang penting. Hal ini disebabkan orang yang memberi kepercayaan tersebut akan merasa aman dan tenang.




Sumber          :
1.         afiegrachman.wordpress.com
2.         hikmah-kata.blogspot.com

Nama Anggota kelompok               :
1.         Lucky Mifta Saputra                         (X MIPA 5 / 15)
2.         M. Tendy Ade Kuncoro                   (X MIPA 5 / 17)

Sabtu, 15 Juni 2013

7 Air Terjun Maut di Dunia

Air terjun memang bukan cuma soal pemandangan, tapi juga debit air dan ketinggiannya. Kalau Anda memang suka tantangan, coba hampiri 7 air terjun paling tinggi dan paling maut di dunia berikut ini.

Di luar pemandangannya yang dahsyat, beberapa air terjun di dunia dinilai paling maut karena ketinggiannya. Oleh karena itu, banyak traveler yang haus akan tantangan berdatangan mengunjunginya. Dilihat detikTravel dari situs Wonders World, ini dia hitung mundur 7 air terjun paling maut di dunia:


7. Yosemite Falls, AS
 img
Dimulai dari nomor 7, ada Yosemite Falls di Taman Nasional Yosemite, California, Amerika Serikat. Dengan tinggi mencapai 739 meter, air terjun ini menjadi primadona traveler dunia. Uniknya, air terjun ini memiliki beberapa lembah yang memecah jatuhnya air dari atas.

Pada ketinggian 436 meter, ada sebuah lembah berukuran cukup besar. Debit air yang cukup besar dari atas seakan menabrak lembah dan menghasilkan percikan air yang indah. Kemudian, air akan kembali jatuh ke bawah. Selanjutnya, ada juga lembah kecil di ketinggian 205 meter dan 97 meter. 

Lembah-lembah tersebut tidak dibuat oleh manusia. Air terjun yang tinggi membuat tekanan air sangat besar, sehingga membuat lubang yang saat ini dikenal dengan nama lembah di Yosemite Falls.


6. Mutarazi Falls, Zimbabwe
 
Siapa sangka, ternyata Zimbabwe juga punya air terjun yang sangat tinggi dan cantik. Namanya Mutarazi Falls, air terjun setinggi 762 meter yang jatuh di Sungai Mtarazi. Ternyata, air terjun ini sudah sering didatangi oleh banyak traveler. 

Mereka yang datang biasanya adalah yang suka tantangan. Para wisatawan tersebut biasa melompat bebas berbekal parasut dari puncak air terjun. Berbeda dengan Yosemite Falls yang memiliki lembah, Mutarazi Falls tampak polos tanpa halangan bagi yang mau terjun bebas hingga ke dasarnya.


5. Gocta Cataracts, Peru
 img
Selanjutnya ada Gocta Cataracts di Peru yang punya 2 air terjun sekaligus. Keduanya mengalir dari ketinggian 771 meter menuju Sungai Cocahuayco. Air terjun ini sudah dikenal oleh warga sekitar selama berabad-abad. Tapi kemudian mendadak terkenal karena ilmuwan asal Jerman, Stefan Ziemendorff. Dirinya mengukur ketinggian air terjun dan mempopulerkannya.

Air terjun ini dikenal memiliki debit air yang besar. Saking besarnya, suara deburan airnya sudah terdengar dari radius beberapa kilometer.


4. Air Terjun Mongefossen, Norwegia
 img
Hanya berbeda 2 meter dari Gocta Cataracts, Norwegia punya air terjun bernama Mongefossen dengan ketinggian 773 meter. Air terjun ini terlihat sangat cantik. Banyak juga wisatawan yang terjun bebas dari puncaknya.

Sayangnya, air di Mongefossen saat ini sudah tak sederas dulu. Airnya digunakan sebagian untuk pembangkit listrik tenaga air. Jadi saat musim panas, bisa jadi Mongefossen tak akan mengeluarkan air sedikitpun.


3. Air Terjun Ramnefjellsfossen, Norwegia
 
Berada di posisi ketiga dan masih di Norwegia, ada Ramnefjellsfossen yang memiliki ketinggian 818 meter. Air terjun yang juga dikenal dengan nama Utigardsfossen ini punya debit air yang sangat besar. Semua air tersebut mengisi Danau Lovatnet yang tenang dan indah.

Pada ketinggian sekitar 599 meter, air yang jatuh dari puncaknya 'singgah' terlebih dulu bebatuan yang cukup besar. Setelah itu, air kemudian kembali meluncur bebas menuju danau di bawahnya. 


2. Tugela Falls, Afrika Selatan
 
Memiliki ketinggian 948 meter, membuat Tugela Falls dikenal sebagai air terjun tertinggi kedua di dunia. Air terjun ini berada di lereng Pegunungan Dragon yang masih masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Royal Natal. 

Selain memiliki ketinggian yang dahsyat, Tugela Falls juga punya dinding yang cantik. Sesekali air terjun akan terpecah karena menghantam dinding batu yang menjorok keluar. Saat sore hari, Tugela Falls terlihat makin cantik. Air terjun ini akan disinari oleh cahaya matahari dan memantulkannya menjadi pelangi yang indah.


1. Angel Falls, Venezuela
 
Di ujung Gunung Auyantepui di Rio Caroni, Taman Nasional Canaima, Venezuela, Amerika Selatan, air terjun ini mengalirkan air dari ketinggian 979 meter. Nama air terjun ini sebenarnya diambil dari nama pilot yang pertama kali terbang untuk mencari tambang emas pada tahun 1963. Pilot bernama James Crawford Angel tersebut kemudian melihat air terjun dan mendaratkan pesawat tidak jauh lokasi. Untuk mengenang penemuannya, maka air terjun tersebu diberi nama Angel Falls.

Saat air sedang banyak-banyaknya terjun dari atas, jangan pernah untuk berdiri persis di bawah air dengan maksud untuk merelaksasikan badan seperti yang bisa Anda lakukan di air terjun lainnya. Jika Anda memaksakan itu, bukan kesegaran yang bisa didapat, tapi malah justru sakit yang bisa Anda rasakan. Hati-hati juga jika berencana untuk terjun bebas dari puncaknya, sebab Angel Falls punya dinding berbatu tajam.
 
Sumber : www.terselubung.blogspot.com

Jumat, 29 Maret 2013

Si Jelita Boti Bertaso

Sejak pertama kali Rogo Rabi merapatkan pinisinya di pesisir selatan bukit Koto yang sekarang menjadi kampung Lomba atau Romba, tak seorang pun yang mengetahui nama asli dari saudari bungsunya. Para pedagang, orang-orang yang kebetulan melintas dan atau melewati tempat tersebut hanya mengetahui kalau saudari bungsu Rogo Rabi adalah seorang gadis berparas jelita dan cantik.
Kecantikannya bahkan menjadi buah bibir, tidak hanya di antara para pengawal dan orang-orang kepercayaan Rogo Rabi sendiri, tetapi juga sampai ke warga di kampung-kampung sekitarnya.
Rambutnya yang lurus terurai, alis matanya yang tipis, bola matanya yang bening, serta senyumnya yang menyapa  menjadi serupa bulatan purnama sempurna.
Bahkan sebagian pemuda atau laki-laki yang lain sampai tak sanggup untuk melukiskan kecantikan saudari bungsu Rogo Rabi itu. Bening kulitnya membuat setiap mata pemuda atau laki-laki hanya bisa menggambarkan dan melukiskannya sebagai sesuatu yang indah.
Salah satu pelukisan dan penggambaran atas saudari Rogo Rabi yang paling populer ketika itu adalah bening kulitnya yang sebening kaca botol. Digambarkan demikian karena berdasarkan kisah, jika saudari Rogo Rabi itu meminum air, orang dapat melihat air yang masuk melewati tenggorokannya. Tenggorokannya serupa boti (botol) dan tubuhnya serupa seindah bentukan taso (botol besar). Sudah sejak itu orang menyebut, menyapa dan memanggil saudari bungsu Rogo Rabi itu sebagai Boti Bartaso.
Namun, lelaki atau pemuda mana pun yang melihat Boti Bartaso cukup diri hanya bisa mengagumi, tidak lebih. Sebab, serupa pungguk merindukan bulan, siapa pun lelaki atau pemuda hanya bisa berharap. Rogo Rabi saudaranya tak pernah sudi pada seorang lelaki mana pun yang dapat merebut hati saudarinya jika  ia tidak memiliki kedudukan sosial yang tinggi dan punya kekayaan melimpah.
Hingga pada suatu ketika, Boti Bartaso dipersunting seorang Rangga Ame Ari, Rogo Rabi pun menerima dengan senang hati. Rangga Ame Ari adalah seorang tokoh masyarakat, sepuh adat yang memiliki kedudukan sosial yang tinggi di kampung Udi Wodowatu. Tidak hanya itu, Rangga Ame Ari juga memiliki harta dan kekayaan yang melimpah.
Hingga akhir hidupnya Boti Bartaso tetap menjadi legenda, sebagai satu-satunya perempuan yang cantik pada ketika itu. Kisah tentang kecantikannya mengalahkan kisah tentang akhir kehidupannya yang masih penuh tanda tanya. Berdasarkan kisah orang Lomba atau Romba, Boti Bertaso meninggal lantaran ditimpa longsoran batu di dekat Udi Wodowatu. Namun berdasarkan kisah yang lain, kisah orang Udi Wodowatu, Boti Bertaso meninggal dunia lantaran dibunuh oleh Rangga Ame Ari. Boti Bartaso dibunuh lantaran kedapatan berselingkuh dengan seorang pemuda yang bernama Gaba.

Datu Aca dan Ratu Tikus

Datu Aca adalah seorang kepala desa. Ia tinggal di Tundung di sebelah timur Desa Sukadana. Datu Aca memiliki ladang di Gunung Sawia. Di ladang itu ia menanam perenggi, sonda-sonda, semangka, jagung, dan ketela. Bila masa berbuah tiba, Datu Aca akan membuat pondok di ladang itu. Ia lalu akan bermalam di pondok itu menunggui tanam-tanamannya.
Suatu malam, saat tengah bermalam di pondok di ladangnya, Datu Aca buang air kecil. Air seninya jatuh dalam tempurung kelapa. Air itu lalu diminum oleh Ratu Tikus. Usai meminum itu, tikus itu seketika hamil. Ia lalu melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik.
Ketika anak tikus itu berumur enam tahun, Datu Aca melihatnya di ladang bersama ibunya. Datu Aca menangkap anak itu, lalu dibawanya pulang. Dirawatnya penuh kasih sayang. Setiap malam, tanpa diketahui oleh Datu Aca, Ratu Tikus selalu menemui anak itu.
Anak itu tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik. Datu Aca lalu memperistrinya. Setelah beberapa lama ia pun hamil, lalu melahirkan seorang bayi perempuan. Bila Datu Aca sudah pergi ke ladang, Ratu Tikus selalu datang mengunjungi anak itu.
Suatu hari, istri Datu Aca pergi ke sungai untuk mengambil air dan mencuci pakaian. Datu Aca menunggui anaknya yang tengah tidur lelap dalam ayunan. Tak lama Ratu Tikus datang dan segera menghampiri cucunya. Melihat tikus itu, Datu Aca cepat mengambil sepotong kayu. Dipukulnya tikus itu hingga mati. Istri Datu Aca mengetahui ibunya mati diam saja, karena ia tidak ingin ada yang mengetahui kalau ibunya seekor tikus.
Datu Aca lalu membuang bangkai Ratu Tikus di jurang Tundung. Dengan alasan akan mencuci pakaian di sungai, istrinya selalu pergi ke sana mengunjungi bangkai tikus itu. Di sana, ia akan menangis penuh kesedihan. Ratapnya, “Jika manusia mati, suasana pun ramai! Alu berdentang-dentang! Namun saat ibuku yang seekor tikus mati, keadaan amat sunyi!”
Datu Aca sangat heran melihat istrinya selalu berlama-lama berada di sungai dan selalu pulang dengan mata sembab seperti habis menangis. Ia pun mengikutinya ketika ia kembali ke sungai. Istrinya pergi ke jurang Tundung. Lalu ratapnya, “Jika manusia mati, suasana pun ramai! Alu berdentang-dentang! Namun saat ibuku yang seekor tikus mati, keadaan amat sunyi!”
Datu Aca menghampiri. Istrinya sangat terkejut. Datu Aca lalu meminta istrinya untuk berterus terang. Terisak-isak istrinya bercerita, bahwa tikus yang telah dibunuh Datu Aca adalah ibunya. Ucap Datu Aca setelah itu, “Sudah, jangan bersedih lagi. Sekarang mari kita urus mayat ibumu ini dengan sebaik-baiknya. Kita juga akan mengadakan selamatan untuknya.”
Datu Aca lalu mengubur Ratu Tikus seperti seorang manusia, lalu mengadakan selamatan kematiannya. Kini di Lombok, bila seseorang membunuh seekor tikus di ladangnya, ia akan mengunjungi makam Ratu Tikus dan makam Datu Aca di jurang Tundung dengan membawa bubur lima macam, nasi bembam, apem, gula kelapa, dan ketupat, lalu mengambil air dari makam Ratu Tikus untuk membuat bubur padi di ladang yang baru dimakan tikus. Dengan melakukan itu, orang percaya ladang itu tak akan diganggu tikus lagi.

Manik Angkeran

Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran. 
Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, "Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau mernberi sedikit hartanya."

Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, dia duduk bersila. Sambil membunyikan genta dia membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih. Tidak lama kernudian sang Naga keluar. Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan. Setelah mengucapkan terima kasih, Sidi Mantra mohon diri. Semua harta benda yang didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dengan harapan dia tidak akan berjudi lagi. Tentu saja tidak lama  kemudian, harta itu habis untuk taruhan. Manik Angkeran sekali lagi minta bantuan ayahnya. Tentu saja Sidi Mantra menolak untuk membantu anakya.

Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. Manik Angkeran tahu untuk sampai ke sana dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai doa dan mantra. Jadi, dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur.

Setelah sampai di kawah Gunung Agung, Manik Angkeran membunyikan gentanya. Bukan main takutnya ia waktu ia melihat Naga Besukih. Setelah Naga mendengar maksud kedatangan Manik Angkeran, dia berkata, "Akan kuberikan harta yang kau minta, tetapi kamu harus berjanji untuk mengubah kelakuanmu. Jangan berjudi lagi. Ingatlah akan hukum karma."

Manik Angkeran terpesona melihat emas, intan, dan permata di hadapannya. Tiba-tiba ada niat jahat yang timbul dalam hatinya. Karena ingin mendapat harta lebih banyak, dengan secepat kilat dipotongnya ekor Naga Besukih ketika Naga beputar kembali ke sarangnya. Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. Tetapi karena kesaktian Naga itu, Manik Angkeran terbakar menjadi abu sewaktu jejaknya dijilat sang Naga.

Mendengar kernatian anaknya, kesedihan hati Sidi Mantra tidak terkatakan. Segera dia mengunjungi Naga Besukih dan memohon supaya anaknya dihidupkan kembali. Naga menyanggupinya asal ekornya dapat kembali seperti sediakala. Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra dapat memulihkan ekor Naga. Setelah Manik Angkeran dihidupkan, dia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik. Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi dia juga mengerti bahwa mereka tidak lagi dapat hidup bersama.

"Kamu harus mulai hidup baru tetapi tidak di sini," katanya. Dalam sekejap mata dia lenyap. Di tempat dia berdiri timbul sebuah sumber air yang makin lama makin besar sehingga menjadi laut. Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang mernisahkan dia dengan anaknya. Sekarang tempat itu  menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.